Minggu, 25 April 2010

Jum’at, 16 April 2010


Pagi ini rasanya terlalu muram, entah kenapa langit seperti hendak tak bersahabat. Sedang keberadaan kami dibatasi jarak dan ruang. Tetapi keinginan kami yeng keras dapat mengalahkan apapun, sekalipun melawan panas terik, hujan badai, dan angin kencang. Hehe… lebay banget ya …

Hari ini, 16 April 2010, adalah hari ulang tahun Cinta, yang ke-18…
Cie.. yang tambah tua, asal jangan tambah sombong aja. Hehe…
Semoga tambah dewasa, dan tercapai semua pengharapannya. Amin…

Sebagai sahabat yang baik, Sayang dan Beibh memang nggak bisa memberikan apa-apa, mereka hanya bisa menjanjikan diri mereka sebagai seorang sahabat yang akan selalu ada untuk Cinta.

Jam 14.00 WIB, seharusnya semua udah ngumpul di rumah Cinta. Tetapi apa yang terjadi ? Sayang baru sampe lewat sedikit dari jam 14.00 dengan napas yang ngos-ngosan, Sayang menempuh perjalanan 2 jam lamanya dari kampus di daerang Jakarta Timur ke rumah sari di daerah Tangerang, perjalanan panjang yang cukup berat. Sedangkan Beibh jam 14.30 masih di daerah Kuningan karena terjebak hujan, tapi sekitar jan 15.00 Beibh sampe di rumah Cinta, nggak tau deh sengebut apa dia ngendarain motornya.
Kumpul-kumpul kita diawali dengan acara curhat Beibh, katanya dia ngerasa terganggu banget sama mimpinya tentang ex-cewe’nya. Terus kita makan sore, masakan Cinta loh.. Sayang sama Cinta padahal udah makan duluan sebelum Beibh dateng, tapi karena Beibh nggak mau makan sendiri mereka sampe makan untuk kedua kalinya untuk nemenin Beibh.
Terus obrolan berlanjut, curhat lagi… Main-main sama adik-adik dan keponakan Cinta, bercanda, saling cela, tukeran info terkini, dan banyak lagi obrolan yang sebenernya nggak penting.
Menjelang jam 16.30 Cinta mulai ngajakin foto-foto, dengan kesepakatan bukan foto ala alay... Lumayan banyak anak-anak kecil yang bisa dimintain tolong jadi fotografer dadakan. Sesi foto-foto mulai, ganti gaya dari yang formasi 2 jadi 3 sampai 3-3... hehe.. Kaya’ main bola aja ya...
Padahal hari mulai gelap, kumandang adzan magrib udah terdengar, tapi sesi foto-foto ria tetap berlanjut... Sebenernya Sayang, Beibh, dan anak-anak kecil lainnya udah mulai bosen, tapi berhubung ini hari ulang tahun Cinta, dan nggak tega ngeliat dia yang terus ngerayu, semua orang jadinya tetep senyum-senyum aja, walau Beibh kaya’nya senyumnya mulai terpaksa.
Sekitar jam 18.40 Sayang pulang, begitu juga Beibh. Hari ini berakhir, untuk sesaat. Karena esok akan dimulai hari baru, dengan sejuta kebahagiaan yang tersisa dari hari ini. Banyak hal baru akan terjadi besok, dan kehidupan yang lebih baik telah menjanjikan dirinya untuk kami arungi.
BCS forever love they’re self. You never be alone here.

Minggu, 11 April 2010

Dasar Beibh blo’on


19:04 PM. Bodoh terima SMS dari O’on, dan pertemuan singkat BCS terjadi.
Dengan sedikit merasa terpaksa Bodoh melangkah keluar dari rumahnya mendatangi Blo’on dan O’on yang udah nunggu di tempat biasa, pinggir jalan dibawah pohon yang nggak tahu apa namanya :P
Awalnya Blo’on minta O’on dan Bodoh buat tandatangan di sapu tangan barunya, dengan alasan untuk kenang-kenangan karena dia mau pergi ke Jogja untuk waktu yang lama. Tapi tiba-tiba silet itu berbicara, meraung meminta korban. Blo’on minta kita semua menoreh silet kesalah satu jari dan meneteskan darah diatas sapu tangan itu, sebagai janji mati BCS.
O’on paling nekat, mau coba duluan. Tapi akhirnya Bodoh yang dipaksa duluan karena dianggap kakak tertua. Eh tenyata Bodoh takut darah, sampe lemes gara-gara saking takutnya. Bodoh minta salah satu dari O’on atau Blo’on aja yang noreh jari dia, tapi nggak ada yang tega. Perdebatanpun terjadi.
Akhirnya Blo’on kasih pilihan lain, “Gimana kalo kita nggak saling berhubungan satu sama lain selama dua bulan !!!” Hah…. Apa coba maksudnya ? Bodoh sama O’on cuma bisa bengong, kehabisan kata-kata. “Biar kita bisa lebih tahu diri kita, selama ini kita terus bareng-bareng, sekarang kita coba dunia baru …” Alasan yang nggak masuk akal.
Semua mulai emosi, sebuah pilihan yang paling egois yang pernah dilontarkan Blo’on. Kita memang gila, tapi nggak seharusnya sampai begitu. Semakin malam emosi mulai nggak terkendali. Blo’on mulai memojokkan Bodoh dan O’on, serangan kata-kata yang memojokkan juga dilontarkan Bodoh dan O’on. Nggak ada yang mau ngalah. Blo’on kasih satu pilihan lagi, “Kalo gitu tiga bulan …” Tambah gila aja ini anak.
Kesepakatan hampir tercapai, tidak atau selamanya. Blo’on mulai gusar mendengar kata ’selamanya’, raut wajahnya mulai sedih, matanya merah, tak banyak berucap lagi.
Tiba-tiba Blo’on meminta Bodoh dan O’on memegang tangannya, dan meminta kita memejamkan mata sesaat. “Tadi Gw cuma mau ngetes kalian, luapain aja.” Dasar bocah edan, bercandanya nggak lucu. Setelah kita semua mulai pada mau nangis, ternyata cuma buat sebuah lelucon. Hah… dasar gila semua.
Tapi akhirnya kita semua tersenyum, dan mungkin akan tetap tersenyum dalam tidur kita malam ini. Karena tahu kita akan selalu memiliki sahabat-sahabat kita.

Tujuan Blo’on baik, dia mau tahu seberapa besar sahabat-sahabatnya menginginkan kebersamaan mereka. Dan ternyata dia mendapatkan apa yang dia harapkan, sebuah kepercayaan dan cinta yang mendalam diantara kita.
Sahabat, terima kasih karena kalian tetap ada disini. Kita adalah satu, bukan lagi Gw, Loe, atau mereka, tetapi hanya ada KITA.
Dan semoga Blo’on cepat pulih dari sakitnya. Bodoh dan O’on tetap semangat ya kuliahnya…

BCS is the way to know what friendship is…

Setelah hampir sebulan dari terakhirkali kita ketemu, hari ini akhirnya kita bisa kumpul bareng lagi. Walaupun cuma beberapa jam, tapi cukup lebih baik dan berkualitas dari pada ketemu setiap hari tapi berantem terus. Hehe…
Komitmen, prinsip, arti hidup. Ini yang kita pelajarin hari ini. Bahwa pentingnya arti sebuah komitmen dan prinsip hidup, kita belajar untuk melihat seseorang dari bagaimana orang tersebut dapat memegang dan menghargai sebuah komitmen dan prinsip hidup yang ia yakini. Dan tentang arti hidup, bahwa nasib nggak akan selalu memihak kita. Untuk itu kita harus menyukuri apa yang udah kita dapat sekarang.
Banyak harapan baru terucap hari ini, dan perasaan lega karena dapat berbagi kisah dengan satu sama lain. Mungkin memang ini kisah persahabatan yang sama pada umumnya, tetapi kita akan menjadi lebih dari sahabat pada umumnya. Kita adalah teman, saudara, orang tua, sekaligus motivator yang akan selalu sabar dan setia menemani dan mendengarkan.
Ok, memang hari ini hanya sampai disini, tapi pasti akan lebih banyak lagi kisah dikemudian hari. Jangan pernah menyerah percaya bahwa semua hal itu mungkin (asal logis), dan yakinilah bahwa kita nggak akan pernah sendiri.

Sahabat bukan untuk dicari, tapi dilihat, didengar, dan dipercaya. Barulah setelah itu kita akan tahu siapa sahabat kita yang sebenarnya. Karena sahabat tidak akan pernah ngotot berkata bahwa dia adalah sahabat tetapi menjerumuskan. Sahabat adalah orang yang diam dan mendengar apa kata kita, dan mengucapkan hal terbaik yang pernah kita dengar yang dapat membuat kita nyaman.

persahaban ini


Persahabatan ini rasanya begitu indah.
BCS akan semakin terasah, setelah tempaan yang bertubi ini terlewati.
Beibh, Cinta, Sayang, mereka akan menjadi dewasa dengan cara mereka. Tapi satu hal yang mereka satukan, yakni suatu keyakinan bakwa mulai saat ini dan seterusnya mereka tidak akan pernah lagi sendirian melewati semua.

Oh iya, 6 April kemarin Beib ulang tahun...
Happy birthday beibh.... We’re love you so much....
Huh, sayang sekarang kita lagi nggak bareng, jadi belum bisa ngerayain dan gila-gilaan lagi.

Mohon do’anya ya, semoga masalah-masalah finansial, kesehatan, akademik, dan semuanya cepet kita selesaiin. Walau diantara kita sama-sama nggak ada yang mau menyusahkan yang lain, tapi pada akhirnya nggak akan ada yang bisa disembunyiin diantara kita.. Ok.

Semoga persahabatan kita bisa seperti sapu tangan.
Yang akan menyeka keringan disaat salah satu diantara kita ada yang mulai lelah berusaha meraih mimpi-mimpinya.
Dan yang akan menghapus air mata disaat salah satu diantara kita kehilangan hal yang paling dicintai dan juga ketika salah satu diantara kita menangis bahagia karena mimpinya telah terwujud.