Minggu, 11 April 2010

Dasar Beibh blo’on


19:04 PM. Bodoh terima SMS dari O’on, dan pertemuan singkat BCS terjadi.
Dengan sedikit merasa terpaksa Bodoh melangkah keluar dari rumahnya mendatangi Blo’on dan O’on yang udah nunggu di tempat biasa, pinggir jalan dibawah pohon yang nggak tahu apa namanya :P
Awalnya Blo’on minta O’on dan Bodoh buat tandatangan di sapu tangan barunya, dengan alasan untuk kenang-kenangan karena dia mau pergi ke Jogja untuk waktu yang lama. Tapi tiba-tiba silet itu berbicara, meraung meminta korban. Blo’on minta kita semua menoreh silet kesalah satu jari dan meneteskan darah diatas sapu tangan itu, sebagai janji mati BCS.
O’on paling nekat, mau coba duluan. Tapi akhirnya Bodoh yang dipaksa duluan karena dianggap kakak tertua. Eh tenyata Bodoh takut darah, sampe lemes gara-gara saking takutnya. Bodoh minta salah satu dari O’on atau Blo’on aja yang noreh jari dia, tapi nggak ada yang tega. Perdebatanpun terjadi.
Akhirnya Blo’on kasih pilihan lain, “Gimana kalo kita nggak saling berhubungan satu sama lain selama dua bulan !!!” Hah…. Apa coba maksudnya ? Bodoh sama O’on cuma bisa bengong, kehabisan kata-kata. “Biar kita bisa lebih tahu diri kita, selama ini kita terus bareng-bareng, sekarang kita coba dunia baru …” Alasan yang nggak masuk akal.
Semua mulai emosi, sebuah pilihan yang paling egois yang pernah dilontarkan Blo’on. Kita memang gila, tapi nggak seharusnya sampai begitu. Semakin malam emosi mulai nggak terkendali. Blo’on mulai memojokkan Bodoh dan O’on, serangan kata-kata yang memojokkan juga dilontarkan Bodoh dan O’on. Nggak ada yang mau ngalah. Blo’on kasih satu pilihan lagi, “Kalo gitu tiga bulan …” Tambah gila aja ini anak.
Kesepakatan hampir tercapai, tidak atau selamanya. Blo’on mulai gusar mendengar kata ’selamanya’, raut wajahnya mulai sedih, matanya merah, tak banyak berucap lagi.
Tiba-tiba Blo’on meminta Bodoh dan O’on memegang tangannya, dan meminta kita memejamkan mata sesaat. “Tadi Gw cuma mau ngetes kalian, luapain aja.” Dasar bocah edan, bercandanya nggak lucu. Setelah kita semua mulai pada mau nangis, ternyata cuma buat sebuah lelucon. Hah… dasar gila semua.
Tapi akhirnya kita semua tersenyum, dan mungkin akan tetap tersenyum dalam tidur kita malam ini. Karena tahu kita akan selalu memiliki sahabat-sahabat kita.

Tujuan Blo’on baik, dia mau tahu seberapa besar sahabat-sahabatnya menginginkan kebersamaan mereka. Dan ternyata dia mendapatkan apa yang dia harapkan, sebuah kepercayaan dan cinta yang mendalam diantara kita.
Sahabat, terima kasih karena kalian tetap ada disini. Kita adalah satu, bukan lagi Gw, Loe, atau mereka, tetapi hanya ada KITA.
Dan semoga Blo’on cepat pulih dari sakitnya. Bodoh dan O’on tetap semangat ya kuliahnya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar