Senin, 23 Agustus 2010

we're here

Tuesday, August 24, 2010
Kini kami terpisah jarak, ruang, dan waktu...
Cinta, kebahagian, perpisahan, kasih sayang... Bagi kami semua itu tidak lebih dari sebuah siklus alamiah yang harus kami lalui, sendiri maupun bersama. Terkadang sulit untuk membuat keadaan berpihak pada kami, hingga akhirnya kami hanya dapat menjalani setiap apa yang akan terjadi dengan berbesar hati...
Kami bukan lagi sekumpulan ABG yang heboh saat menonton konser. Kami juga bukan sebuah GANK yang disegani banyak orang. Kamipun terlalu dini untuk menyebut diri kami kelompok orang sukses. Lalu apa kah kami ?...
Kami hanya orang-orang yang berharap dunia ini mau menerima kami, dan menghargai setiap usaha kami. Kami akan terus bermimpi, bangkit dari jatuh yang menyisakan luka, dan menjadi diri kami sendiri.

Kalian bisa menemukan teman baru, bahkan sahabat baru, ditempat yang baru kalian singgahi. Tapi tak berarti kalian harus melupakan masa lalu. Bagaimanapun kisah singkat persahabatan dimasa lalu telah menoreh tinta folkadot yang mewarnai hidup kalian, dan kalian harus berterima kasih atas itu semua.

Kamis, 15 Juli 2010

13 Juli 2010, Selasa.

1 tahun 5 bulan, selama itu Brotherly Craze of Secular ada, walau cuma kita ber-3 dan honey yang mengakui keberadaan kami. Tanggal 13 adalah tanggal yang benar-benar ditunggu setiap bulannya. Hari ini kita kumpul-kumpul lagi, dengan harapan bisa sharing tentang masalah yang akhir-akhir ini kita alamin masing-masing.
± 12.00 WIB bodoh dan blo’on sampai di base came BCS, ‘oon house.
Awal kisah, semua berjalan baik-baik saja. Seperti biasa, main sama keponakan dan adik-adik ‘oon, makan sore, dan ngerumpi ria…
Sharing sesi 1 – nggak terlalu membantu, masalah terungkap, solution is nothing. We can’t do anything. Tapi seenggaknya tujuan hari ini tercapai.
Teman.. sahabat.. kekasih.. Apa artinya semua itu, jika ada sesuatu yang menjanjikan lebih dari semua itu. Sebuah keluarga lain dari keluarga yang selama ini kami miliki. Memperindah bukan memperburuk, membuat perbaikan bukan merusak yang ada. Semua itulah janji dari keluarga lain yang kami nikmati saat ini.
Dunia kami memang berbeda, tetapi apakah semua itu menjadikan keterbatasan bagi kami antara satu sama lain ?.. Hidup ini tidah pernah menjanjikan keabadian, salah satunya keabadian akan suatu kebahagiaan. Inilah jembatan yang telah menyatukan perbedaan kami, bendungan kokoh yang menjebak kami dalam satu kubangan air yang dalam.
Teman. Teman hanya akan ada disaat kita bahagia, tapi saat kita berada dalam posisi yang sulit dimana mereka ? tetapi SAHABAT.. mereka selalu ada, saat senang maupun susah, saat air mata menetes untuk sebuah kegelisahan maupun kebahagiaan. Sahabat adalah keluarga lain yang memberikan makanan batin, dan memberikan perlindungan pikiran. Semua itu lebih dari cukup untuk mempertahankan kehidupan ini selama satu dekade penuh.
Nggak tahu kenapa waktu terasa begitu cepat berlalu, jam 3… jam 4…
Obrolan masih berlanjut, rasanya ada aja hal-hal yang bisa dibahas. Menjelang jam 5 sore, kondisi memanas… ‘oon diajak kakaknya tercinta ke tempat bisnisnya, tinggal bodoh dan blo’on sama nyokap, ade’ dan keponakan ‘oon disini. Awalnya cuma nanya-nanya seputar hal-hal yang umum, lama-kelamaan jadi sharing sesi ke-2 tanpa ‘oon.
Kita berkiblat pada nyokap ‘oon, berbincang seputar pola asuh anak, cita-cita, dan semua hal yang sebelumnya nggak pernah terungkap, terutama bagi bodoh. Seperti memiliki seorang guru yang mau membimbing dan mengingatkan, nyaman rasanya sore itu. Lagi-lagi waktu berlalu begitu cepat..
Selepas adzan magrib berkumandang, bodoh minta dianter pulang blo’on. Tapi semua ini nggak berakhir bagitu aja, sempat ada perdebatan kecil. Akhirnya satu solusi ditemukan, sekiranya ’oon bisa tidur nyenyak malam ini. Tapi perdebatan bodoh dan blo’on terus berlanjut di sepanjang perjalanan pulang, sayangnya perpisahan hari ini kurang mulus bagi bodoh dan blo’on. Semoga semua ini bukan akhir dari segalanya.

Jum’at, 16 April 2010

Pagi ini rasanya terlalu muram, entah kenapa langit seperti hendak tak bersahabat. Sedang keberadaan kami dibatasi jarak dan ruang. Tetapi keinginan kami yeng keras dapat mengalahkan apapun, sekalipun melawan panas terik, hujan badai, dan angin kencang. Hehe… lebay banget ya …

Hari ini, 16 April 2010, adalah hari ulang tahun Cinta, yang ke-18…
Cie.. yang tambah tua, asal jangan tambah sombong aja. Hehe…
Semoga tambah dewasa, dan tercapai semua pengharapannya. Amin…

Sebagai sahabat yang baik, Sayang dan Beibh memang nggak bisa memberikan apa-apa, mereka hanya bisa menjanjikan diri mereka sebagai seorang sahabat yang akan selalu ada untuk Cinta.

Jam 14.00 WIB, seharusnya semua udah ngumpul di rumah Cinta. Tetapi apa yang terjadi ? Sayang baru sampe lewat sedikit dari jam 14.00 dengan napas yang ngos-ngosan, Sayang menempuh perjalanan 2 jam lamanya dari kampus di daerang Jakarta Timur ke rumah sari di daerah Tangerang, perjalanan panjang yang cukup berat. Sedangkan Beibh jam 14.30 masih di daerah Kuningan karena terjebak hujan, tapi sekitar jam 15.00 Beibh sampe di rumah Cinta, nggak tau deh sengebut apa dia ngendarain motornya.
Kumpul-kumpul kita diawali dengan acara curhat Beibh, katanya dia ngerasa terganggu banget sama mimpinya tentang ex-cewe’nya. Terus kita makan sore, masakan Cinta loh.. Sayang sama Cinta padahal udah makan duluan sebelum Beibh dateng, tapi karena Beibh nggak mau makan sendiri mereka sampe makan untuk kedua kalinya untuk nemenin Beibh.
Terus obrolan berlanjut, curhat lagi… Main-main sama adik-adik dan keponakan Cinta, bercanda, saling cela, tukeran info terkini, dan banyak lagi obrolan yang sebenernya nggak penting.
Menjelang jam 16.30 Cinta mulai ngajakin foto-foto, dengan kesepakatan bukan foto ala alay... Lumayan banyak anak-anak kecil yang bisa dimintain tolong jadi fotografer dadakan. Sesi foto-foto mulai, ganti gaya dari yang formasi 2 jadi 3 sampai 3-3... hehe.. Kaya’ main bola aja ya...
Padahal hari mulai gelap, kumandang adzan magrib udah terdengar, tapi sesi foto-foto ria tetap berlanjut... Sebenernya Sayang, Beibh, dan anak-anak kecil lainnya udah mulai bosen, tapi berhubung ini hari ulang tahun Cinta, dan nggak tega ngeliat dia yang terus ngerayu, semua orang jadinya tetep senyum-senyum aja, walau Beibh kaya’nya senyumnya mulai terpaksa.
Sekitar jam 18.40 Sayang pulang, begitu juga Beibh. Hari ini berakhir, untuk sesaat. Karena esok akan dimulai hari baru, dengan sejuta kebahagiaan yang tersisa dari hari ini. Banyak hal baru akan terjadi besok, dan kehidupan yang lebih baik telah menjanjikan dirinya untuk kami arungi.
BCS forever love they’re self. You never be alone here.

Minggu, 25 April 2010

Jum’at, 16 April 2010


Pagi ini rasanya terlalu muram, entah kenapa langit seperti hendak tak bersahabat. Sedang keberadaan kami dibatasi jarak dan ruang. Tetapi keinginan kami yeng keras dapat mengalahkan apapun, sekalipun melawan panas terik, hujan badai, dan angin kencang. Hehe… lebay banget ya …

Hari ini, 16 April 2010, adalah hari ulang tahun Cinta, yang ke-18…
Cie.. yang tambah tua, asal jangan tambah sombong aja. Hehe…
Semoga tambah dewasa, dan tercapai semua pengharapannya. Amin…

Sebagai sahabat yang baik, Sayang dan Beibh memang nggak bisa memberikan apa-apa, mereka hanya bisa menjanjikan diri mereka sebagai seorang sahabat yang akan selalu ada untuk Cinta.

Jam 14.00 WIB, seharusnya semua udah ngumpul di rumah Cinta. Tetapi apa yang terjadi ? Sayang baru sampe lewat sedikit dari jam 14.00 dengan napas yang ngos-ngosan, Sayang menempuh perjalanan 2 jam lamanya dari kampus di daerang Jakarta Timur ke rumah sari di daerah Tangerang, perjalanan panjang yang cukup berat. Sedangkan Beibh jam 14.30 masih di daerah Kuningan karena terjebak hujan, tapi sekitar jan 15.00 Beibh sampe di rumah Cinta, nggak tau deh sengebut apa dia ngendarain motornya.
Kumpul-kumpul kita diawali dengan acara curhat Beibh, katanya dia ngerasa terganggu banget sama mimpinya tentang ex-cewe’nya. Terus kita makan sore, masakan Cinta loh.. Sayang sama Cinta padahal udah makan duluan sebelum Beibh dateng, tapi karena Beibh nggak mau makan sendiri mereka sampe makan untuk kedua kalinya untuk nemenin Beibh.
Terus obrolan berlanjut, curhat lagi… Main-main sama adik-adik dan keponakan Cinta, bercanda, saling cela, tukeran info terkini, dan banyak lagi obrolan yang sebenernya nggak penting.
Menjelang jam 16.30 Cinta mulai ngajakin foto-foto, dengan kesepakatan bukan foto ala alay... Lumayan banyak anak-anak kecil yang bisa dimintain tolong jadi fotografer dadakan. Sesi foto-foto mulai, ganti gaya dari yang formasi 2 jadi 3 sampai 3-3... hehe.. Kaya’ main bola aja ya...
Padahal hari mulai gelap, kumandang adzan magrib udah terdengar, tapi sesi foto-foto ria tetap berlanjut... Sebenernya Sayang, Beibh, dan anak-anak kecil lainnya udah mulai bosen, tapi berhubung ini hari ulang tahun Cinta, dan nggak tega ngeliat dia yang terus ngerayu, semua orang jadinya tetep senyum-senyum aja, walau Beibh kaya’nya senyumnya mulai terpaksa.
Sekitar jam 18.40 Sayang pulang, begitu juga Beibh. Hari ini berakhir, untuk sesaat. Karena esok akan dimulai hari baru, dengan sejuta kebahagiaan yang tersisa dari hari ini. Banyak hal baru akan terjadi besok, dan kehidupan yang lebih baik telah menjanjikan dirinya untuk kami arungi.
BCS forever love they’re self. You never be alone here.

Minggu, 11 April 2010

Dasar Beibh blo’on


19:04 PM. Bodoh terima SMS dari O’on, dan pertemuan singkat BCS terjadi.
Dengan sedikit merasa terpaksa Bodoh melangkah keluar dari rumahnya mendatangi Blo’on dan O’on yang udah nunggu di tempat biasa, pinggir jalan dibawah pohon yang nggak tahu apa namanya :P
Awalnya Blo’on minta O’on dan Bodoh buat tandatangan di sapu tangan barunya, dengan alasan untuk kenang-kenangan karena dia mau pergi ke Jogja untuk waktu yang lama. Tapi tiba-tiba silet itu berbicara, meraung meminta korban. Blo’on minta kita semua menoreh silet kesalah satu jari dan meneteskan darah diatas sapu tangan itu, sebagai janji mati BCS.
O’on paling nekat, mau coba duluan. Tapi akhirnya Bodoh yang dipaksa duluan karena dianggap kakak tertua. Eh tenyata Bodoh takut darah, sampe lemes gara-gara saking takutnya. Bodoh minta salah satu dari O’on atau Blo’on aja yang noreh jari dia, tapi nggak ada yang tega. Perdebatanpun terjadi.
Akhirnya Blo’on kasih pilihan lain, “Gimana kalo kita nggak saling berhubungan satu sama lain selama dua bulan !!!” Hah…. Apa coba maksudnya ? Bodoh sama O’on cuma bisa bengong, kehabisan kata-kata. “Biar kita bisa lebih tahu diri kita, selama ini kita terus bareng-bareng, sekarang kita coba dunia baru …” Alasan yang nggak masuk akal.
Semua mulai emosi, sebuah pilihan yang paling egois yang pernah dilontarkan Blo’on. Kita memang gila, tapi nggak seharusnya sampai begitu. Semakin malam emosi mulai nggak terkendali. Blo’on mulai memojokkan Bodoh dan O’on, serangan kata-kata yang memojokkan juga dilontarkan Bodoh dan O’on. Nggak ada yang mau ngalah. Blo’on kasih satu pilihan lagi, “Kalo gitu tiga bulan …” Tambah gila aja ini anak.
Kesepakatan hampir tercapai, tidak atau selamanya. Blo’on mulai gusar mendengar kata ’selamanya’, raut wajahnya mulai sedih, matanya merah, tak banyak berucap lagi.
Tiba-tiba Blo’on meminta Bodoh dan O’on memegang tangannya, dan meminta kita memejamkan mata sesaat. “Tadi Gw cuma mau ngetes kalian, luapain aja.” Dasar bocah edan, bercandanya nggak lucu. Setelah kita semua mulai pada mau nangis, ternyata cuma buat sebuah lelucon. Hah… dasar gila semua.
Tapi akhirnya kita semua tersenyum, dan mungkin akan tetap tersenyum dalam tidur kita malam ini. Karena tahu kita akan selalu memiliki sahabat-sahabat kita.

Tujuan Blo’on baik, dia mau tahu seberapa besar sahabat-sahabatnya menginginkan kebersamaan mereka. Dan ternyata dia mendapatkan apa yang dia harapkan, sebuah kepercayaan dan cinta yang mendalam diantara kita.
Sahabat, terima kasih karena kalian tetap ada disini. Kita adalah satu, bukan lagi Gw, Loe, atau mereka, tetapi hanya ada KITA.
Dan semoga Blo’on cepat pulih dari sakitnya. Bodoh dan O’on tetap semangat ya kuliahnya…